Thursday, 25 September 2014

A Man of Leisure No. 3 #JakartaReposeProject



Armedya Dewangga adalah seorang creative marketing. Pria yang memiliki hobbi membaca ini menganggap waktu luang adalah waktu dimana bisa mengerjakan apa hobbi, kesukaan diri sendiri, atau sekedar waktu untuk quality time diri sendiri dalam arti lain untuk menyenangkan diri sendiri.

Pria berumur 23 tahun ini merasa dengan bersepedahan dan berolah raga merupakan quality time yang ia miliki. Baginya, pada saat ia bisa menembus batas limit tubuhnya dalam olah raga merupakan salah satu pengalaman yang mengesankan baginya. Menurutnya, bersepedah di Jakarta merupakan sebuah tantangan yang seru "Misalnya nih macet pasti kita kan harus bisa selap selip, bagi-bagi jalan sama orang, nah kalo sepeda tuh bisa naik-naik trotoar, bahkan bisa sampe lawan arah, dan yang namanya sepeda tuh bebas dijalan, dan enggak tersentuh dengan hukum jalan, tapi tetep tanggung jawab diri sendiri" jelasnya. 

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini, merasa sarana umum untuk berolah raga di Bandung lebih banyak di bandingkan dengan di Jakarta. Apalagi semenjak Bapak Ridwan Kamil mau meningkatkan index of happinessnya orang Bandung, makanya banyak di bangun Taman-taman kota, organisai kreatif, dll. Seperti contohnya taman kota bdg, disana orang bisa menyewa sepeda. Bahkan yang ngebedain Bandung itu, kalo di Dago, di trotoar itu ada jalur sepeda. Menurutnya, untuk sarana umum jauh lebih bagus Bandung karena Bandung lebih terintegrasi dan lebih enak dibandingkan dengan Jakarta. 

Bagi pria yang bertempat tinggal di Cibubur, Jakarta Timur ini memiliki pengalaman yang tidak dapat terlupakan baginya pada saat ia dan teman-teman kampusnya berjalan-jalan ala backpacker ke Gunung Bromo dan Lombok pada saat semester akhir perkuliahan. "Sebelum tugas akhir kita harus liburan bareng nih. Akhirnya ada temen yang bilang yaudah ke Bromo aja besok. Terus enggak ada dana karena H-1 banget. Malemnya langsung cari tiket. Itu beneran kita enggak ada planning, cuman tau beli darisini ke Malang, dari Malang ke Bromo. Tiba-tiba di Bromo pun mikir, ini apa lanjur aja ya ke Lombok. Dan akhirnya beneran ke Lombok. Yang paling keren disitu, kita cuman ngeluarin duit 1 juta untuk bolak-balik" ceritanya.

Menurutnya, Jakarta  memiliki taman yang lebih beragam dan modern tetapi Bandung memiliki taman yang lebih rapih. "Sebenernya Jakarta sangat punya banyak lahan kosong buat dijadiin taman dan misalkan pun udah ada, mungkin yang perlu di perbaikin itu adalah mental orang-orang itu sendiri" tuturnya. 

No comments:

Post a Comment