Sharief Rafdi yang biasa dipanggil Rafdi ini sehari-harinya disibukkan dengan kegiatan perkuliahan merasa waktu luang dimilikinya tidak banyak. Tugas-tugas dan kegiatan yang mengharus ia aktif di kampus membuatnya pikirannya penat. Baginya, hari Jumat merupakan hari dimana ia memiliki waktu luang yang cukup banyak, namun pada hari itu ia pun tetap harus kembali ke kampus untuk bertemu teman-teman kuliah sambil mengerjakan tugas bersama. Tidak hanya kegiatan kampus, di hari lain pun, ia disibukkan dengan kegiatan yang membantu Ayahnya. "Sebenernya pingin punya waktu luang yang banyak, tapi kalo pun ada pasti gue bantuin bokap gue. Kalo dia enggak enggak bisa ke luar kota ya gue gantiin dia ke luar kota" jelasnya sambil merokok.
Pria yang bertempat tinggal di Jakarta Selatan ini mengatakan bahwa waktu luang itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin walaupun waktunya sedikit tapi kalau bisa dimanfaatkan sebaik mungkin pasti akan bermanfaat. "Kalo pas lagi pergantian jam mata kuliah nih, pasti kan ada waktu istirahatnya, ya gue pake buat ke kantin atau enggak cafe, ya minum doang atau enggak ngobrol-ngobrol sama temen, cukup lah buat ngilangin rasa penat pas kuliah sebelomnya" tuturnya.
Pada saat memiliki waktu luang yang banyak, pria berumur 20 tahun ini sering menghabiskan waktu luangnya dengan bermain futsal. Bermain futsal merupakan hobbinya sejak kecil. Baginya bermain futsal itu sangat bermanfaat. "Main futsal cuman 2 jam aja udah bermanfaat banget, pertama kita keringetan, jelas badan kita jadi sehat, terus juga ya ketemu temen, otomatis kita kan berinteraksi sama mereka. Main futsal mah santai aja, enggak usah dibawa serius" cerita Rafdi dengan semangat. Baginya, menghabsikan waktu luang itu bersama dengan teman atau bisa juga sendirian. Ia bersama temennya sering bermain futsal di Citos atau di Depok. Alasan tersebut karena denkat dengan kampus. Jadi bisa menghemat pengeluarannya seperti bensi dan bayar parkir Mal. Bagi mahasiswa semester 5 ini, pada saat tim futsalnya menang baik pada saat mengikuti kejuaraan atau hanya latihan adalah suatu kebanggan baginya. "Ya kalo menang tuh ada kebanggaan sendiri aja" ceritanya. Namun, di sisi lain, pada saat ia baru sembuh dari sakitnya dan memaksakan diri untuk latihan futsal dengan temannya, hasilnya main futsalnya jelek. Hal tersebut merupakan pengalaman yang memalukan baginya. "Malu banget deh, udah mainnya jelek, malu-maulin diri sendiri sama tim" katanya.
Saat bersama teman-temannya, mahasiswa Universitas Indonesia ini, pada saat berkumpul dengan temannya lebih sering di kampus. Alasannya karena terkadang jadwal mereka yang tidak sama sehingga apabila mereka harus pergi keluar kampus akan menghabiskan waktu di jalan dan yang pasti mengeluarkan biaya parkir lagi. Kemudiania menjelaskan bahwa jika ia harus ke luar kampus dan harus kembali lagi ke kampus harus mencari parkir lagi sedangkan jumlah mahasiswa yang makin banyak sehingga lahan parkir menjadi sedikit. "Kan gue bawa mobil, tadi aja mau cari parkir susah banget, jadi udah paling enak emang kalo pas lagi ada kuliah ngumpul sama temen itu ya di kampus, biar enggak ngeluarin bensin terus enggak usah cari-cari parkir lagi" jelasnya sambil meminum ice coffee latte pesanannya.
Pada masa-masa memasuki jenjang perkuliahan, Rafdi dan teman-temannya memiliki kegiatan setiap bulannya yaitu mendatangi tempat dugem. "Dulu pas masih awal-awal masuk kuliah gitu, namanya juga penasaran kan" ceritanya. Namun saat ini, ia sudah tidak pernah kesana lagi karena beberapa faktor. Yang pertama karena baginya di tempat tersebut tidak ada manfaatnya. "Enggak ada manfaatnya, kesana cuman mabok terus liat orang mabok" ceritanya dengan seru.
Bagi pria yang besar di Jakarta, saat ini Mal memang menjadi salah satu tujuannya saat berkumpul dengan teman-temannya. "Di Mal itu banyak pilihannya, disana tinggal pilih mau makan dimana, mau minum-minum dimana" ungkapnya. Namun, karena Mal terlalu banyak di Jakarta, ia hanya mengunjungi Mal-Mal yang dekat dengan rumahnya atau dekat kampusnya. "Mal udah banyak banget tapi gue paling cuman ke Mal itu lagi itu lagi" ceritanya. Karena banyaknya Mal juga membuat jalan di Jakarta macet. "Orang jakarta tuh ngabisin waktu luangnya di jalanan!" tegasnya dengan sedikit tertawa. Namun hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan kendaraan umum, tetapi bagi Rafdi kendaraan umum di Jakarta belum memadai maka dari itumasih banyak warga Jakarta yang masih menggunakan kendaraan pribadinya.
No comments:
Post a Comment